Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Kabupaten Purwakarta, saat ini tengah menangani 20 pasien Tuberkulosis yang mengalami kebal/resisten terhadap obat (TB-RO). Kini dari 20 pasien tersebut, 2 orang di antara sudah dinyatakan sembuh.
Hari ini, Jumat, 25 April 2025, RSUD Bayu Asih memberikan sertifikat Pengobatan Lengkap Poliklinik Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) kepada saudara Abdul Rahman dan Endi Heryadi dan dinyatakan sembuh secara total oleh dr. Evan Rivana, Sp.P selaku Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) setelah menjalani pengobatan selama 6 bulan. Dalam hal ini juga dr. Evan menyatakan bahwa pendamping pasien sangatlah penting dalam proses pengobatan ini, dimana banyak sekali pasien yang mengalami tekanan mental, dengan pendampingan dan dukungan dari keluarga terdekat memicu pasien untuk semangat dalam menjalani pengobatan ini sampai tuntas, dengan slogan Temani, Obati dan Temani Sampai Sembuh. Begitu pula dalam testimoni pada kanal youtube RSUD Bayu Asih yang disampaikan oleh kedua pasien tersebut, peran keluarga dan semangat untuk mau sembuh itu pasti bisa dilakukan dan yakin akan kembali sehat.
Dalam hal ini pula Direkur RSUD Bayu Asih dr. Tri Muhammad Hani, dengan langkah ini sebagai pemicu semangat kepada 20 orang pasien lain yang masih menjalani pengobatan dan meyakini bisa sembuh dari penyakti ini.

RSUD Bayu Asih sejak 2024 telah membuka layanan untuk pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO). Sejak layanan tersebut dibuka, ada sebanyak 20 pasien yang ditangani, jumlah pasien TB-RO yang ditangani RSUD Bayu Asih awalnya ada sebanyak 27 warga yang teridentifikasi mengidap penyakit TB-RO. Dari 27 pasien tersebut, 3 orang menolak untuk diobati, 3 orang meninggal, dan 1 orang pindah ke luar daerah. Berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI, RSUD Bayu Asih Purwakarta menjadi salah satu pengampu pelayanan TBC. Atas dasar itu pula pihaknya membuka layanan TB-RO sebagai bukti komitmen atas amanah dan tanggungjawab tersebut.

Meski begitu, masih ada kekurangan dalam pelayanan tersebut. Yakni, belum adanya gedung khusus untuk penanganan TB-RO dengan metode one stop service. Mengingat, kasus TB-RO ini harus mendapat penanganan khusus yang terpisah dari pasien-pasien biasa.
Dengan seremony ini kami berharap para pasien terus semangat dalam menjalani pengbotan dan meningkatnya sarana prasarana demi mendukung progam pemerintah dalam pencapaian target eliminasi TBC pada tahun 2030 dengan slogan aksi TOSS TBC (Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh).

No comments yet.