1.333 Warga Purwakarta Terinfeksi HIV/AIDS, Plt Dirut RSUD Bayu Asih: Akumulasi 7 Tahun Terakhir

LENSA PURWAKARTA – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Purwakarta, semakin meningkat. Tercatat, sejak 2016 hingga 2023 ini orang dengan HIV/AIDS mencapai 1.333. Dari jumlah tersebut, mayoritas adalah laki-laki.

Plt Direktur Utama RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta, dr Tri Muhammad Hani, mengatakan, data 1.333 orang ini merupakan akumulasi selama 7 tahun terakhir. Jadi, trennya memang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Bahkan, di tahun 2023 ini saja sejak Januari hingga September kasus baru HIV/AIDS 266 kasus,” ujar dr Hani, disela-sela acara peringatan Hari AIDS se Dunia, Sabtu 2 Desember 2023.

Menurut dr Hani, dari data 1.333 orang yang terpapar HIV/AIDS ini, jumlah penderita laki-lakinya mencapai 960 orang. Sisanya, perempuan sebanyak 373 orang.

Bahkan, yang membuat miris dan prihatin, 75 persen dari total penderita yang terdata ini merupakan usia produktif. Dengan rentang usia 25 hingga 49 tahun.

“Ini yang membuat kita miris. Generasi produktifnya justru terpapar HIV/AIDS, bagaimana 2045 Indonesia bisa maju, sedangkan komponen bonus demografinya yakni warga usia produktif justru terinfeksi penyakit berbahaya ini,” ujarnya.

Menurut dr Hani, penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Purwakarta masih didominasi oleh pengguna napza suntik (penasun) dan juga seks bebas.

Karena itu, pihaknya dalam hal ini RSUD Bayu Asih yang merupakan bagian dari komisi penanggulangan AIDS (KPA) mengimbau kepada masyarakat, untuk semakin sadar akan bahaya penyakit ini.

Pasalnya, jika sudah terpapar maka pasien seumur hidup bisa ketergantungan akan obat. Adapun biaya pengobatan bagi pasien HIV/AIDS ini cukup mahal. Dalam setahun bisa mencapai Rp 300 juta per orang.

“Yang mahal itu obatnya, yakni ARV atau anti retro virus. Obat ini masih impor dari luar negeri, karena Indonesia belum bisa memproduksi sendiri. Karena impor, ini yang menjadi mahal,” jelasnya.

Dengan demikian, pihaknya meminta kepada masyarakat supaya menjauhi hal-hal yang beresiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS. Seperti, menjauhi narkoba dan juga seks bebas.

Mengingat, hampir setiap tahun data kasus baru HIV/AIDS ini semakin meningkat. Jadi semua pihak harus mewaspadainya.

“Meski demikian, kita perlu mensupport orang dengan HIV/AIDS. Jangan adalagi stigma negatif,” ujarnya.

Jika warga ingin memeriksakan kesehatannya sejak dini, terutama terkait dengan HIV/AIDS bisa langsung mendatangi RSUD Bayu Asih. Ataupun mendatangi 8 Puskesmas yang telah membuka pelayanan konseling HIV/AIDS. ***

Sumber : Lensa Purwakarta
https://www.lensapurwakarta.com/lensa-purwakarta/28511064454/1333-warga-purwakarta-terinfeksi-hivaids-plt-dirut-rsud-bayu-asih-akumulasi-7-tahun-terakhir

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.