LENSA PURWAKARTA – RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta bersama dengan Dinas Kesehatan menggandeng Baznas, untuk penanganan pasien stunting. Pasalnya, kasus stunting sampai saat ini masih cukup tinggi. Bahkan, menjadi pusat perhatian pemerintah.
Plt Direktur RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta, dr Tri Muhammad Hani, mengatakan, skema kerja sama ini merupakan gebrakan baru. Di mana terdapat keterlibatan pihak Baznas sebagai pendukung pembiyaan. Khususnya dalam penyediaan susu tinggi kalori. Gebrakan ini, merupakan metodenya juga tergolong baru untuk di Kabupaten Purwakarta. Bahkan, di Jawa Barat.
“Karena, skema pembiayaan penanganan pasien stunting ini berbeda dari yang biasa dilakukan sebelumnya oleh sektor yang lain,” ujar dr Hani, kepada Lensapurwakarta.com, Kamis 7 Maret 2024.
Penanganannya bagaimana? Berikut penjelasannya. Jadi, lanjut dr Hani, pasien stunting yang sudah diperiksa di puskesmas, kemudian dirujuk ke RSUD Bayu Asih menuju Poliklinik Spesialis Anak.
Kemudian, oleh dokter spesialis anak memeriksa apakah terdapat penyakit penyerta sebagai pemberat lain atau tidak. Jika terdapat diagnosis penyakit penyerta, maka dokter anak akan meresepkan obat-obatan untuk penyakit penyertanya dan memberi resep khusus susu tinggi kalori.
Pasien kemudian dialihkan penanganan kepada ahli gizi di Poliklinik Gizi yang akan memberikan susu tinggi kalori sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter anak.
Pemberian susu tinggi kalori yang juga mengandung lemak sehat, seperti omega-3 dan omega-6 akan diberikan selama 3 bulan pertama sebelum dilakukan evaluasi terhadap kondisi stunting nya.
“Acuannya jelas pada berat badan dan tinggi badan pasien,” ujarnya.
Jika setelah 3 bulan belum terdapat perbaikan yang signifikans, maka program akan diteruskan untuk 3 bulan termin kedua.
Jika dikonversikan, pemberian susu tinggi kalori ini biayanya cukup lumayan. Yakni, mencapai 840 ribu per tiga bulan per anak. Intervensi ini, berbeda dengan penanganan stunting sebelumnya, yang masih mengandalkan pada pemberian protein dari sumber lain. Salah satunya telur.
“Kalau di kita, pasien stunting akan mendapatkan susu tinggi kalori yang juga mengandung lemak sehat. Susu ini, tergolong cukup sulit ditemukan di pasaran. Makanya, untuk mendapatkannya harus melalui resep dokter di poliklinik spesialis anak RSUD Bayu Asih,” ujarnya.
Menurut dr Hani, saat ini sudah ada 10 pasien stunting yang akan menjadi percontohan program ini. Pasien stunting ini merupakan rujukan dari Puskesmas Koncara.
Jika dengan metode dan skema pilot project ini berhasil membantu menangani kasus stunting secara signifikan, maka program ini sangat mungkin diterapkan di Jawa Barat.
“Mudah-mudahan dengan cara ini, penanganan stunting akan semakin komprehensif dan targetnya pasien stunting semakin berkurang,” jelas dr Hani. ***
Sumber : Lensa Purwakarta
https://www.lensapurwakarta.com/lensa-purwakarta/28512082878/rsud-bayu-asih-berkolaborasi-dengan-baznas-purwakarta-beri-susu-tinggi-kalori-untuk-penanganan-pasien-stunting

No comments yet.